Rabu, 26 November 2014

pelumpuh binatang saat mau di sembelih (CAPTIVE BOLT)



  • CAPTIVE BOLT DIGUNAKAN DI TEMPAT PENYEMBELIHAN  BINATANG KAKI  EMPAT, MERUPAKAN ALAT STANDAR YANG HARUS DIPAKAI DI SETIAP TEMPAT PENYEMBELIHAN HEWAN DI LUAR NEGERI KHUSUSNYA DI AMERIKA DAN AUSTRALIA,
  • CAPTIVE BOLT INI CARA KERJANYA , BATANG BAJA DI DORONG DENGAN UDARA TEKAN COMPRESOR TEKANAN TINGGI ATAU MENGGUNAKAN RAMSET , HINGGA BATANG BAJA MEMUKUL PELIPIS KUDA ATAU SAPI , HINGGA TIDAK SADAR.  PADA SAAT TIDAK SADAR INI BINATANG DI SEMBELIH.
  • CARA INI PADA HEWAN TIDAK TERSIKSA,( DIBANDING HEWAN HARUS DIIKAT KE 4 KAKINYA , DAN DAPAT MEMBAHAYAKAN PENYEMBELIH BILA YANG DISEMBELIH HEWAN YANG DI AMBIL DI PADANG LIAR SEPERTI SAPI INPORT AUSTRALIA (SAPI BX)
  • DI INDONESIA BARU BEBERAPA TEMPAT PENYEMBELIHAN HEWAN YANG MEMAKAI CAPTIVE BOLT INI , TERUTAMA YANG SUDAH PUNYA KERJASAMA DENGAN IMPORTIR SAPI DARI AUSTRALIA.
  •  
  • BAGI YANG PUNYA CAPTIVE BOLT TELAH RUKSAK BISA DIPERBAIKI ATAU GANTI PART ( CAPTIVE BOLT ORIGINAL U.S.A ATAU LOCAL ) HINGGA BERFUNGSI SEPERTI BIASANYA. YANG BELUM PUNYA (BAGI RUMAH PEMOTONGAN HEWAN UNTUK BISA MENDAPATKAN SAPI AUSTRALIA HARUS MEMILIKI RUMAH PEMOTONGAN SESUAI STANDAR DAN CAPTIVE BOLT.  BISA PESAN DI BUATKAN SESUAI STANDAR INTERNASIONAL .


SAPI BX INPORT AUSTRALIA  DI MASUKAN KE LORONG SEMPIT


PINTU KELUAR SAAT SAPI  TIDAK SADAR DALAM 10 DETIK 


 SAPI BX AUSTRALIA DI RUMAH PEMOTONGAN HEWAN 

SAPI BX PETERNAKAN SAPI DI  AUSTRALIA 

PELARANGAN SAPI DI EKSPORT KE INDONESIA
IRNewscom I KETUA perusahaan peternakan sapi terbesar di Australia mengatakan, industri tersebut masih mengalami kerugian setelah larangan ekspor sapi hidup ke Indonesia yang diberlakukan pada tahun 2011.

Australian Agricultural Company (AACo) mengaku mengalami kerugian sebesar 50 juta dolar Australia (sekitar 500 miliar rupiah) karena larangan mendadak yang diberlakukan oleh pemerintah Australia untuk mengekspor sapi hidup ke Indonesia dua tahun yang lalu.

Larangan sementara tersebut diberlakukan setelah badan induk Radio Australia, ABC, menayangkan program Four Corners yang menunjukkan kekejaman atas sapi di rumah jagal di Indonesia.

Ketua AACo, Donald McGauchie, mengatakan pengaruh jangka panjang larangan tersebut sempat disepelekan.

"Ini adalah jumlah uang yang sangat besar dan kerugian yang akan memerlukan waktu lama untuk diperbaiki," katanya.

Donald McGauchie mengatakan Indonesia masih belum melihat Australia sebagai pemasok ternak yang bisa diandalkan dan mencari partner dagang lain.

Dia mengatakan kekhawatiran utamanya adalah atas perusahaan-perusahaan kecil yang dioperasikan oleh keluarga-keluarga di wilayah utara Australia. [abc]


SAPI INPORT DARI AUSTRALIA TIDAK BOLEH DILAKUKAN PENYEMBELIHAN  DENGAN CARA PENGIKATAN DI  TIANG - TIANG BAJA DENGAN KE EMPAT KAKI DISATUKAN DI IKAT ( MENURUT PEMERINTAH AUSTRALIA INI PENYIKSAAN PADA SAPI , CARA INI MENGAKIBATKAN PELARANGAN SAPI DI EKSPORT KE INDONESIA , ) SARAT UNTUK MENDAPATKAN SAPI INPORT AUSTRALIA, SAAT PENYEMBELIHAN DENGAN CARA MEMAKAI KANDANG SEPERTI DIATAS DAN PEMAKAIAN CAPTIVE BOLT (by. CZ )

BIG COW
( PETERNAK INDONESIA YAKIN BISA SEPERTI INI )

SEKARANG BARU SEBESAR INI



PEMAKAIAN CAPTIVE BOLT  / STUNNING


PEMAKAIAN STUNNING (CAPTIVE BOLT ) 
(1 RUMAH PEMOTONGAN HEWAN CUKUP PUNYA 2 BUAH CAPTIVE BOLT)